-->

Kenali Ciri-ciri Saham yang Mudah Naik


Bagaimana mendapat keuntungan dari sebuah saham? Keuntungan / profit bisa Anda dapatkan dari Saham jika Saham yang Anda beli naik. 
Dalam trading jangka pendek, istilahnya adalah capital gain. Jadi katakanlah Anda membeli Saham ASII di harga 3.950. Anda bisa mendapatkan untung dari Saham ASII apabila Anda menjual ASII diatas harga 3.950, dengan catatan setelah dikurangi fee beli dan fee jual. 



Itu artinya, untuk mendapatkan profit di Saham Anda harus mencari Saham yang harganya naik. Dari ilustrasi diatas, memang kedengarannya simpel. Anda hanya perlu mencari Saham yang minimal bisa naik beberapa poin diatas harga beli anda, maka Anda sudah bisa dapat untung.  

Namun di pasar Saham tidak semua Saham harganya bisa naik setelah Anda beli. Nah, dalam trading Anda harus pandai untuk memilih Saham yang punya tipikal mudah naik, agar Anda tidak terjebak dengan saham-saham yang harganya downtrend terus, karena saham2 tersebut sangat merugikan bagi trader, dan bisa membuat Saham Anda nyangkut. 

Maka di pos ini, saya akan sedikit berbagi pada Anda mengenai beberapa ciri Saham yang mudah naik. Seperti apa ciri2 Saham yang mudah naik? Kita langsung saja bahas poin-poin dibawah ini. 

1. Punya fluktuatif harga yang bagus 

Saham yang mudah naik ditandai dengan adanya fluktuasi harga yang bagus, dalam arti flktuatifnya wajar. Saham yang flkutuatifnya wajar adalah Saham yang bergerak naik dan turun, sehingga membentuk titik-titik support-resisten yang LEBAR dalam suatu grafik. Saham2 yang berfluktuatif ini umumnya adalah saham2 yang lebih mudah naik, karena dengan adanya fluktuatif tersebut, saham2 yang turun sampai support tertentu, pasti lebih mudah untuk naik / rebound. 

2. Tidak sideways dalam waktu yang panjang 

Harga Saham yang sideways terus, ogah naik maupun turun. Saham2 tersebut biasanya akan membuat para trader bingung dalam mengambil keputusan, karena ketika Saham sudah turun mencapai support tertentu, harga Saham tidak kunjung naik. Saham2 yang memiliki titik2 support dan resisten yang sempit, adalah ciri2 Saham yang sulit untuk naik. Contohnya seperti dibawah ini: 

Saham KBLI

Pada Saham diatas, terlihat bahwa harga Saham terus bergerak sideways, sehingga sangat sulit diputuskan apakah Saham tersebut akan segera naik, atau justru bakalan turun lebih dalam lagi. Maka dari itu, saham2 yang mudah naik umumnya memiliki pola grafik yang dapat dibaca support-resistennya dengan lebih mudah. 

3. Saham yang punya tren naik dalam jangka panjang 

Saham yang mudah naik ditandai dengan tren Saham yang terus naik dalam jangka panjang, dan di dalam tren naiknya tersebut, tetap terdapat fluktuatif2 harga naik dan turun. Dalam konsep analisa teknikal, Saham yang memberikan keuntungan untuk trader adalah saham2 yang harga dan trennya naik. Maka dari itu, Anda harus mencari Saham yang punya kecenderungan tren naik. 

Saham yang trennya naik menunjukkan bahwa Saham tersebut memiliki banyak peminat, sehingga Saham tersebut cenderung lebih sering ditradingkan oleh pelaku pasar, dan saham2 yang memiliki tren naik dengan fluktuasi harga di dalamnya, bisa Anda manfaatkan untuk trading jangka pendek - menengah. 

Itulah tiga hal yang bisa Anda jadikan patokan untuk melihat ciri2 Saham yang mudah naik. Tentu saja masih banyak pertimbangan2 yang harus Anda lihat untuk melihat tipikal Saham yang mudah naik. Anda bisa mengamatinya melalui kecepatan pergerakan bid-offer misalnya. Anda juga bisa melihat melalui titik support-resisten yang sering tersentuh, dan lain-lain. 

Untuk mengetahui saham2 yang mudah naik, Anda juga harus melakukan sendiri praktik trading di pasar saham. Dengan demikian, Anda nantinya akan mengetahui sendiri (dari hasil screening Saham anda), saham2 mana yang punya kecenderungan rebound / breakout lebih cepat, dan saham2 mana yang pergerakannya tidak layak untuk ditradingkan. 


nah dari sekian poin penjabaran di atas, kita sudah tau bagaimana ciri-ciri saham yang sekiranya mudah naik, oke semoga bermanfaat
Related Posts